Archive for the Kesehatan Category

Belajarlah Sedini Mungkin – Glenn Doman

Posted in Kesehatan on September 18, 2008 by unsil24

Mengapa kita tidak memulai mengajar anak membaca sejak dini? Mengapa anak tidak mulai belajar setelah ia dilahirkan? Ada banyak alasan yang mendukung mengapa sebetulnya program pembelajaran bisa dilakukan sedini mungkin, bahkan bukan mustahil dilakukan oleh bayi baru lahir sekalipun.

Salah satunya adalah karena masa ini merupakan periode Brain Growth Spurt. Otak merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai pusat kontrol dan kendali atas semua sistem di dalam tubuh. Pusat kecerdasan atau pusat kemampuan berpikir ini mulai dibentuk selang beberapa saat setelah terjadinya proses peleburan inti sel telur dan inti sel sperma (konseptsi). Dalam perkembangan otak ada periode yang dikenal sebagai periode pacu tumbuh otak (brain growth spurt) yaitu saat dimana otak berkembang sangat cepat. Periode pacu tumbuh otak pertama dimulai ketika bayi masih dalam kandungan ibu (memasuki trimester ketiga). Periode pacu tumbuh otak kedua terjadi setelah si kecil lahir hingga ia berusia 36 bulan.

Proses pertumbuhan otak berjalan sesuai dengan pertumbuhan badan. Ketika seorang anak berusia 5 tahun, pertumbuhan otaknya sudah 80% sempurna. Saat anak berusia 6 tahun, proses pertumbuhan otaknya bisa dikatakan sudah sempurna.

Brain growth spurt ini bisa optimal bila didukung oleh nutrisi tepat. Saat janin di kandungan, tentu asupan gizi sang ibu sangat menentukan. Kemudian pada awal tumbuh kembang bayi, pemenuhan nutrisi dilakukan melalui pemberian ASI eksklusif, sejak hari pertamanya hingga usia 6 bulan. Dilanjutkan dengan MPASI. Selain nutrisi, juga membutuhkan rangsangan berupa stimulasi.

Nah, memberikan stimulasi dini kepada bayi berarti merangsang otak melalui kelima indera yang dimiliki: penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan dan penciuman.

Dari segi perkembangan organisasi dan fungsi otak, stimulasi dini dapat mempercepat semua aspek perkembangan anak sehingga dapat meningkatkan potensi otak anak. Ingat ya Bu-Pak, pada dua tahun pertama kehidupan anak terjadi pertumbuhan sel-sel otak yang sangat cepat. Jadi, jangan sampai orangtua kehilangan kesempatan emas bagi sang buah hati. Ajari buah hati Anda, beri “pendidikan” sedini mungkin sehingga sel-sel otak dapat berkembang secara optimal. Tentu saja nangan mengartikan pendidikan sebagai sekolah formal. Pendidikan disini adalah segala aspek proses belajar anak.

Kita tahu, sejak si kecil dilahirkan, tak ada hari tanpa belajar. Begitu ia dilahirkan ke dunia, ia belajar mengisap putting ibunya untuk memperoleh ASI pertamanya. Ia belajar mengenal suara ibunya dan lingkungannya. Ia belajar merespons bila diajak bicara. Ia menjelajah “dunianya” dengan berguling, merangkak, kemudian berjalan.

Pendek kata, tiada hari tanpa belajar! Dan balita itu sangat senang belajar.

Pengaruh Nutrisi Terhadap Tumbuh Kembang Otak

Posted in Kesehatan on September 18, 2008 by unsil24

Menurut sejumlah ahli, otak balita mengalami perkembangan yang pesat pada trisemester pertama, atau 18 bulan setelah dilahirkan.

Masa ini adalah masa yang paling pada fase perkembangan otak balita, yang juga disebut sebagai “brain growth spurt” atau masa emas pertumbuhan otak. Itu sebabnya masa ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kecerdasan balita.

Menariknya, meski ketika dilahirkan balita membawa lebih dari satu milyar saraf dalam otak, namun saraf-saraf tersebut masih belum saling terhubungkan. Baru pada perkembangan berikutnya sel-sel saraf ini berhubungan satu dengan yang lainnya.

Bayangkan saja, satu sel otak dapat mampu membuat sekitar 15.000 hubungan dengan sel otak lainnya. Hingga balita berusia sekitar 3 tahun, di dalam otaknya sudah terbentuk jaringan sel otak yang sangat rumit. Pada masa ini telah terbentuk jutaan serabut saraf (sinaps) yang terdapat baik di otak kiri maupun kanan. Serabut saraf inilah yang kemudian akan menghasilkan kemampuan tertentu pada balita. Kemampuan ini akan menjadi dasar berbagai kemampuan balita.

Tentu saja perkembangan ini sangat ditentukan oleh asupan gizi. Ketika masih berada di dalam kandungan, perkembangan otak janin bergantung pada asupan gizi sang ibu. Sedangkan setelah lahir, perkembangan otak tidak lepas dari asupan gizi yang diterimanya secara langsung, baik melalui ASI maupun makanan lainnya. Semakin baik nutrisi yang diterima, akan semakin optimal perkembangan otaknya.

Asupan gizi ini memegang peran penting hingga balita berusia dua tahun. Mengapa demikian? Pada masa inilah sel-sel otak balita berkembang pesat, dan 80% sudah saling terhubungan (interkoneksi). Inilah yang akan menentukan kecerdasan balita. Jika pada masa ini asupan gizi balita mengalami gangguan, seperti mengalami gizi buruk, perkembangan otak akan ikut terganggu.

Sayangnya, gangguan yang terjadi pada masa emas ini (golden years), tidak dapat terpulihkan. Sekali perkembangan otak mengalami gangguan, kecerdasan balita tidak akan pernah optimal. Itu sebabnya orang tua harus memperhatikan asupan gizi balita pada masa ini.

Menurut Prof. Dr. Darwin Karyadi, Guru besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor, kurang gizi pada masa kanak-kanak akan mengakibatkan turunnya tingkat intelektual antara 10-15 poin. Bahkan kemudian balita tersebut akan mengalami ketidakmampuan dalam mengadopsi ilmu pengetahuan (Kasdu, 2004).

Selain itu, akibat dari kurangnya mikronutrient seperti yodium, zat besi dan unsur gizi lainnya, balita yang mengalami gizi buruk akan mengalami kelemahan daya pikir. Oleh sebab itu, kebutuhan balita akan nutrisi bukanlah hal yang dapat ditawar lagi.

Karena itu, pastikan Anda memberikan buah hati Anda nutrisi yang terbaik untuk perkembangan otaknya. Beberapa nutrisi penting untuk perkembangan otak balita adalah T+T atau Tyrosine dan Tryptophan, yang berperan penting dalam proses penyerapan informasi di otak, DHA dan AA yang adalah asam lemak penting untuk masa emas pertumbuhan otak dan berperan besar dalam perkembangan sistem saraf pusat dan fungsi penglihatan, Sphingomyelin yang berperan dalam menjadikan sel saraf lebih efektif dan Sialic Acid atau SA yang membantu fungsi memori dan memperbaiki perilaku. Semua nutrisi ini dapat ditemukan di susu Frisian Flag 123, yang diciptakan khusus untuk memastikan balita Anda mendapatkan nutrisi terbaik bagi otak dan tubuhnya.

Berikan nutrisi yang terbaik bagi perkembangan otak balita Anda, agar ia tumbuh cerdas, sehat dan kuat.

Menjaga Kesehatan Balita Anda

Posted in Kesehatan on September 18, 2008 by unsil24

Usia balita adalah usia dimana anak Anda bertumbuh dan berkembang dengan pesat. Karenanya, penting bagi Anda untuk menjaga kesehatannya dari berbagai gangguan penyakit. Tentu saja Anda tidak bisa melindungi ia senantiasa dari lingkungan luar. Tetapi mencegah selalu lebih baik daripada mengobati dan tips-tips dibawah ini akan membantu Anda untuk menjaga kesehatan buah hati Anda.

1. Pastikan Anda memeriksakan kesehatan balita Anda ke dokter secara berkala.

Di usia balita, saat tubuh dan otak berkembang dengan pesat, pemeriksaan ke dokter anak secara berkala adalah sesuatu yang penting bagi balita Anda. Sering kali kita menganggap bahwa hanya perlu pergi ke dokter bila ia sakit, biasanya diindikasikan dengan suhu tubuhnya yang panas. Tetapi dokter tidak hanya berfungsi untuk mengobati penyakit. Pemeriksaan berkala ke dokter, walaupun anak Anda tidak mengalami gejala penyakit, bisa membantu Anda dalam menjaga kesehatan si Kecil. Dan jangan lupa imunisasi dan vaksin yang bisa membantu daya tahan tubuh mereka.

2. Pastikan anak Anda mempunyai pola makan yang sehat.

Nutrisi yang tepat akan membantu daya tahan tubuh balita Anda untuk mencegah berbagai penyakit. Pastikan makanannya mengandung nutrisi yang lengkap: vitamin, kalsium, zat besi, diantaranya. Sayuran dan buah-buahan harus ada di dalam menu anak Anda setiap hari. Selain itu, pastikan agar makanannya tidak mengandung terlalu banyak garam atau gula. Berikan makanan yang rendah lemak dan kolesterol untuk mencegah obesitas dini. Dan ingatlah untuk mendisiplin pola makannya dari “junk food” dan makanan jajanan yang tidak sehat untuknya.

3. Ajaklah anak Anda untuk berolahraga.

Anak Anda membutuhkan latihan fisik agar ia tetap sehat. Dan bila ia sudah biasa berolahraga sejak kecil, di masa dewasanya pun ia akan lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan kolesterol. Olahraga untuk si Kecil tidaklah harus rumit, mengajak mereka belajar berenang, atau bermain bola di halaman sudah cukup untuk usia mereka. Tetapi, pastikan ia menikmati aktivitasnya, jangan terlalu memaksakan kehendak Anda. Gabunglah permainan dengan olahraga agar ia tidak bosan.

Menjaga kesehatan balita Anda tidaklah susah. Yang penting adalah memastikan ia mendapatkan nutrisi yang tepat dan mempunyai gaya hidup yang sehat. Pastikan ia minum susu dua gelas sehari, makan makanan yang bernutrisi tinggi, dan berolah fisik setiap hari. Jangan lupa juga untuk memeriksakan kesehatannya secara berkala. Langkah-langkah yang praktis dan mudah ini bisa menghindarkan balita Anda dari berbagai penyakit, dan buah hati Anda pun tumbuh sehat, kuat dan cerdas.

Makanan Untuk Kesehatan Mata

Posted in Kesehatan on September 18, 2008 by unsil24

Artikel Iptek – Bidang Biologi, Pangan, dan Kesehatan
Makanan Untuk Kesehatan Mata
Oleh Ardiansyah

Mata adalah panca indera manusia yang sangat penting/esensial. Dapat dibayangkan jika kita mengalami kerusakan mata atau kebutaan, kita tidak dapat menikmati dan merasakan betapa indahnya alam semesta ini. Kenyataannya kita sering lupa untuk melakukan perawatan mata, padahal seperti halnya bagian tubuh yang lain, mata mungkin saja terkena gangguan atau masalah kesehatan. Gangguan-ganguan tersebut bisa disebabkan oleh udara yang tidak bersih atau terpolusi, radiasi sinar matahari, radiasi akibat terlalu lama di depan komputer, dan gangguan-gangguan lainnya.

Studi yang dilakukan oleh Eye Disease Prevalence Research Group (2004) memperkirakan bahwa pada tahun 2020 jumlah penderita penyakit mata dan kebutaan di dunia akan mencapai 55 juta jiwa. Studi ini menyebutkan juga bahwa penyakit mata dan kebutaan akan meningkat terutama bagi mereka yang telah berumur diatas 65 tahun. Seseorang yang berumur 80 tahun keatas yang merupakan 8% dari total penduduk, mengalami kebutaan sebanyak 69%.

Gangguan kesehatan pada mata yang umum terjadi adalah penurunan fungsi penglihatan, gejala mata merah tanpa ada penurunan fungsi penglihatan, dan mata merah dengan fungsi penglihatan turun. Sampai saat ini, penyakit mata yang banyak diderita adalah katarak, glukoma, dan infeksi.

Seiring dengan meningkatnya perhatian dan pengetahuan pengaruh gizi terhadap kesehatan

“SAKIT GIGI LEBIH SAKIT DARI SAKIT HATI”

Posted in Kesehatan on September 18, 2008 by unsil24

Pernahkah Anda mengalami sakit gigi ?. Bila pernah, tentu perasaan hati Anda sesuai dengan ungkapan judul di atas 🙂
Beruntunglah orang yang belum pernah merasakan sakitnya sakit gigi. Bila sudah sakit gigi, umumnya penderita masih enggan dan takut untuk berobat sehingga sakitnya akan dapat bertambah parah.
Adanya perasaan enggan dan takut untuk datang ke dokter gigi masih banyak dialami masyarakat. Rasa enggan dan takut tersebut bisa karena enggan untuk menyediakan waktu khusus pergi ke dokter gigi karena kegiatan sehari-hari yang sibuk. Juga perasaan takut sakit saat perawatan gigi dan biaya yang tidak sedikit yang dikeluarkan pasien untuk perawatan gigi nya.Sehingga pasien hanya datang ke dokter gigi bila giginya sudah dalam keadaan sakit (parah) yang mengakibatkan giginya harus dicabut, padahal bila pasien datang sebelum keadaan parah, gigi nya masih dapat
dipertahankan.
Sesungguhnya hal-hal diatas tidaklah perlu terjadi bila masyarakat memiliki cukup informasi mengenai perawatan gigi dan mulut. Tindakan pencegahan (preventif) bila dilakukan secara terartur akan menghindari kita dari sakit gigi. Juga biaya yang dikeluarkan untuk tindakan preventif, jauh lebih sedikit dari pada tindakan perawatan gigi sakit. Sesuai dengan pribahasa “Lebih baik menghindari dari pada mengobati”.Perawatan gigi dan mulut bukan hanya untuk mengobati gigi yang sakit (bermasalah) tapi juga untuk meningkatkan penampilan gigi yang pada akhirnya akan meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu bukan hanya perawatan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi namun perawatan terhadap rongga mulut, misalnya pada pasien dengan sariawan.
Situs ini dibuat bukan untuk tujuan komersil atau mencari keuntungan semata, namun untuk menyebarkan informasi akan pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut serta meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa “Lebih baik menghindari dari pada mengobati”
Pembaca dapat memanfaatkan beberapa sajian informasi seputar kesehatan gigi berupa pencegahan dan perawatan gigi dalam situs ini. Pembaca dapat berkonsultasi langsung secara gratis dengan mengirimkan email ke pengasuh situs ini. Selain itu pembaca juga dapat mengenal beberapa istilah kedokteran gigi, sehingga memudahkan pembaca saat membaca artikel-artikel mengenai kedokteran gigi atau saat mengunjungi dokter gigi.
Harapan kami semoga situs ini dapat menambah informasi pembaca mengenai kesehatan gigi dan mulut dan menambah keinginan pembaca untuk merawat giginya dengan baik. Pembaca dapat mengkopi atau menyebarkan informasi dalam situs ini tanpa dipungut bayaran oleh kami,namun tetap mencantumkan sumber informasi ini.
Pembaca harap maklum, bahwa beberapa halaman situs ini belum sempurna karena masih dalam tahap pengembangan

drg. Lika S.Trimulya

Gula Permen Karet Menjaga Kesehatan Gigi

Posted in Kesehatan on September 18, 2008 by unsil24

JOGYAKARTA – Hingga kini kesadaran orang untuk merawat kesehatan gigi dan mulut secara serius masih sangat kurang. Padahal, tingkat kesehatan mulut dapat dijadikan indikator derajat kesehatan tubuh seseorang secara keseluruhan. Telah banyak hasil riset yang membuktikan bahwa adanya infeksi mulut berkaitan dengan penyakit jantung dan paru-paru, berat bayi lahir yang rendah, kelahiran prematur dan diabetes.
Ada empat faktor penyebab kerusakan gigi yaitu: makanan, terutama senyawa gula dan asam, bakteri mulut, kepekaan gigi dan lama kontak.
Bahan pangan berpati yang telah dimasak dan gula dapat secara mudah difermentasi oleh bakteri mulut menjadi senyawa asam. Sukrosa (gula tebu) sering disebut ‘penjahat’ penyebab gigi berlubang (cavity) merupakan gula yang mudah difermentasi hingga membentuk makromolekul yang lengket (sticky) yang membikin plak dapat melekat kuat pada gigi dan menghalangi air ludah (saliva) mencuci asam-asam yang ada.

Berikut ini disampaikan lima tip agar mulut kita lebih sehat.

1. Gosoklah gigi sampai bersih dengan sikat yang lembut. Menyikat gigi berarti membuang plak (timbunan bakteri) gigi dan sisa makanan sehingga dapat mencegah kerusakan gigi. Kebanyakan orang hanya menyikat gigi selama 45 detik, cobalah sampai dua menit agar gigi benar-benar bersih dan sebaiknya dilakukan sehabis makan.

2. Jangan lupa menyikat lidah. Di dalam rongga mulut selain gigi, juga terdapat organ penting lainnya yaitu lidah. Mulut mengandung berbagai bakteri dan beberapa jenis bakteri dapat tumbuh di lidah. Pada beberapa orang, tumbuhnya bakteri tersebut menyebabkan napas berbau tak sedap.

3. Kurangi mengkonsumsi panganan ringan. Pangan ini cukup tinggi kadar gulanya sehingga berpotensi sebagai makanan untuk pertumbuhan bakteri mulut. Dalam waktu sekitar 20 menit setelah makan panganan ringan, bakteri akan menghasilkan senyawa asam seperti asetat, format, dan laktat. yang menyerang email gigi. Ngemil berarti menambah waktu kontak senyawa asam dengan gigi sehingga memperburuk kesehatan gigi. Berkumur sehabis ngemil dapat membantu mengurangi sisa makanan dan mengencerkan zat asam di mulut.

4. Kurangi atau tinggalkan minuman bersoda. Gula di dalam minuman ringan bersoda dapat menjadi nutrisi untuk pertumbuhan bakteri di mulut, sebagaimana pada snack. Kalaupun komposisi minumannya tanpa gula, adanya asam sitrat dan fosfat hingga pH 2 ( sangat asam), dapat menggerus akar dan email gigi.

5. Mengunyah permen karet (gum) yang bahan pemanisnya xilitol. Xilitol (C5H12O5 ) merupakan kelompok gula alkohol yang dalam penelitian selama 25 tahun terakhir ini terbukti dapat mencegah karies/ kerusakan gigi. Untuk mengurangi paparan (expose) gula baik sukrosa maupun glukosa, khususnya dari produk gula-gula (permen), kini telah ditawarkan bahan pemanis alami pelindung gigi, yaitu xilitol. Xilitol tidak dapat dimetabolisme oleh bakteri perusak gigi, maka senyawa asam tak diproduksi sehingga pH permukaan gigi terpelihara berada di atas 5,7. (Wisnu Adi Yulianto)

Penulis mahasiswa S3 Ilmu Pangan UGM
Dosen Universitas Wangsa Manggala, Yogyakarta

Manfaat Minum Susu Untuk Menurunkan Resiko Kanker Payudara

Posted in Kesehatan on September 18, 2008 by unsil24

Manfaat susu sudah tidak diragukan lagi. Hampir semua zat gizi yang terdapat dalam susu bermutu baik. Protein dan lemak susu memiliki sifat ketecernaan yang tinggi. Kandungan vitamin dan mineral susu juga relatif lengkap.

Susu dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk. Ada yang segar atau ada yang dalam bentuk terolah, seperti susu bubuk atau susu kental manis. Manusia juga mengonsumsi susu dari produk pangan yang mengandung susu, seperti keju, es krim, dan yogurt.

Namun, masih ada perbedaan pendapat tentang konsumsi susu ini. Ada kelompok yang menyatakan bahwa mengonsumsi susu setiap hari tidak baik bagi kesehatan, terutama penyakit vaskular seperti penyempitan pembuluh darah. Argumennya adalah, susu meningkatkan kadar kolesterol darah yang menjadi faktor risiko penyakit jantung. Kedua, adanya hubungan positif antara produksi susu rata-rata per kapita dengan kematian akibat penyakit jantung di sejumlah negara.

Kelompok lain mendukung peran susu pada penurunan risiko berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, hipertensi, dan kanker. Penelitian terbaru di Norwegia mendukung hal itu.

Hjartäker bersama koleganya dari Institute of Community Medicine, Universitas Tromso, Norwegia, melalui publikasinya pada International Journal of Cancer, membuktikan bahwa mengonsumi tiga gelas atau lebih susu setiap hari dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara pada wanita pramenopause.

Melalui penelitian kohort the Norwegian Women and Cancer Study, mereka meneliti 48.844 wanita selama enam tahun dua bulan. Konsumsi susu diukur dengan mengirimkan formulir riwayat konsumsi pangan kepada responden. Selama kurun waktu tersebut, tim Hjartäker menemukan 317 kasus penderita kanker payudara.

Ternyata konsumsi susu sejak masa kanak-kanak berkaitan negatif dengan kejadian kanker payudara pada saat mereka berumur 34-39 tahun (pramenopause). Itu berarti bahwa mengonsumsi susu sejak masa kanak-kanak dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara.

Konsumsi susu pada masa dewasa juga menurunkan risiko kanker payudara setelah dikoreksi menurut faktor hormonal, indeks massa tubuh, aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol. Wanita yang tidak mengonsumsi susu menghadapi risiko terkena kanker payudara 2 kali lebih besar daripada wanita yang mengonsumsi susu 3 gelas atau lebih susu setiap hari.