Archive for the Ustad Jefri Al Bukhari Category

Download Video Ustad Jepri bag.1″

Posted in Ustad Jefri Al Bukhari on September 24, 2008 by unsil24

Ustad Jefri Al-Buchori: Cinta Sejarah Nabi dan Cerita Sufi

Posted in Ustad Jefri Al Bukhari on September 22, 2008 by unsil24

Ustad punya website pribadi? Biasanya kita geleng-geleng. Nggak ada kali, ya! Buat apa juga ustad bikin situs? Kayak perusahaan aja!
Well, buat kamu yang bilang nggak ada, nyengir deh di depan Ustad Jefri Al-Buchori, yang lebih sering dipanggil Uje, sambil tanya kenapa beliau memutuskan bikin http://www.ujecentre.com. Apa mungkin ya lelaki kelahiran Jakarta 12 April 1973 ini ingin berdakwah lebih luas lewat dunia maya?

Yang pasti, sosok Uje emang cukup fenomenal. Sebagai mantan artis yang sempat tenggelam dalam narkoba, perubahan Uje pantas bikin tanda tanya di kepala semua orang. Why? Ditanya demikian, dai berdakwah dengan ceramah dan bernasyid tersebut (Lahir Kembali, 2006) bilang kalau perjalanan hiduplah yang men-triggernya sadar. Suami dari Pipik Dian Irawati yang telah dikaruniai Adiba Kanza Az-Zahra dan Mohammad Abidzan Algifari ini kemudian bicara soal buku-buku yang mengisi jiwa dan pikirannya sekarang.

“Yang pertama Sirah Nabawiyah. Kedua, Ihya Ulumuddin. Ketiga, buku cerita para sufi.”

Uje kemudian mengemukakan alasannya menyukai buku-buku tersebut. Sirah Nabawiyyah adalah sejarah hidup Nabi. Buku yang memuat perjalanan nol kilometer umat Islam hingga mencapai kegemilangan besar yang terkubur waktu dan peradaban. Catatan pengorbanan yang menakjubkan. Kisah Ali yang mempertaruhkan nyawanya demi Rasulullah, bagaimana Rasul jalan dari Mekah dan Madinah memakai unta—bukan pesawat terbang, dikejar-kejar musuh, bersembunyi dalam gua, dan lain sebagainya. “Kayaknya isi satu buku adalah, bisa jadi, alasan yang paling utama,” ungkap Uje mengenai saratnya ilmu yang ditawarkan buku tersebut. Selain ilmu, ada pula “kebanggaan besar” yang dikabarkannya untuk seluruh umat, agar bangga jadi seorang muslim. “Tapi,” Uje mewanti, “kita nggak boleh terlalu bangga dengannya hingga tidak berbuat apa-apa.”

Sedangkan mengenai buku cerita sufi, Uje mengibaratkannya seperti buku yang memberikan contoh kebaikan. Memang ada Rasulullah, tapi dalam kapasitas beliau sebagai nabi. Uje merasa butuh contoh atau inspirasi dari “manusia-manusia biasa” yang mati-matian melawan godaan syaitan dan sukses meraih derajat mukmin. “Sebagai sebuah semangat pacuan. Kita yang hidup di zaman modern punya kendala besar. Namun itu biasa, sebagai ujian. Kita, insya Allah, bisa seperti mereka.”

Sirah Nabawiyyah. Sebenarnya ada banyak pengarang buku bertema ini. Namun mungkin, di antara pengarang yang paling dikenal ikhwan-akhwat Indonesia adalah Dr. Muhammad Sa‘id Ramadhan al-Buthi. Melalui goresan tangan beliau, pembaca tidak hanya diajak mengenali dan tertegun takzim atas jejak-jejak peninggalan Rasul, namun juga disodori hikmah-hikmah besar di balik berbagai kejadian. Dengan membaca buku ini, setidaknya, ada lima sasaran yang bisa ditunaikan, yakni: memahami pribadi kenabian Rasulullah; memotret ideal kehidupan untuk dijadikan parameter, undang-undang, dan pedoman kehidupan; mendapatkan “hal berharga” yang memapah kita saat menelusuri luasnya Kitab Allah―serta semangat tujuannya; mengumpulkan sekian pengetahuan Islam yang benar; dan agar setiap dari kita punya “contoh hidup” terkait dengan metode berdakwah dan membina.

Ihya ‘Ulumuddin. Masterpiece-nya Imam al-Ghazali? Tidak berlebihan bila disebut demikian. Ulama yang produktif menulis berbagai kitab tersebut, antara lain Tahafutul Falasifah, Al Iqthisad fil I’tiqad, dan Al Munqidz Minad Dhalal, memang lebih dikenal publik lewat buku ini. Al-Ghazali (450-505 H), yang total mengarang 47 kitab, tidak cuma fikih—melainkan pula ilmu usul fikih, tasawuf, filsafat, dan al Quran, bahkan disebut juga terkenal di kalangan orientalis. Meski terkenal, buku yang mulanya terdiri dari 8 jilid tebal ini tidak sepenuhnya diterima para ulama. Beberapa ulama mempermasalahkan sebagian isinya. Adalah Said Hawwa, ulama kontemporer yang mencoba mencari jalan tengah, membuat ringkasannya, juga disertai kritik, secara sistematis dan mudah dicerna sehingga buku ini cocok bagi mereka yang mendambakan kesucian dan penyucian.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.